Bagaimana penyesuaian dosis obat antidiabetes oral dan insulin selama bulan Ramadhan?
Sarana belajar seputar kesehatan secara umum, dengan fokus utama bidang farmasi klinis. Setiap informasi disajikan secara runut, disertai dengan tutorial, contoh kasus, link perhitungan cepat dan literatur untuk memudahkan sejawat menelusurinya ke sumber utama. Selamat membaca. Salam farmasi klinis!
Overdosis aspirin/salisilat biasa dilaporkan terjadi pada lansia dan anak-anak yang tidak sengaja mengkonsumsi obat-obat yang mengandung senyawa salisilat dalam jumlah besar. Sumber salisilat bisa berasal dari acetylsalicylic acid (aspirin), methyl salicylate (minyak wintergreen), atau preparat campuran lainnya. Kecurigaan keracunan aspirin lebih mudah teridentifikasi pada pasien yang mengeluh tinnitus atau telinga berdengung. Salisilat diserap secara cepat dilambung. Saat tertelan dalam jumlah yang banyak, stimulasi medulla menyebabkan alkalosis pernafasan awal. Gangguan fungsi ginjal dan pelepasan fosforilasi oksidatif menyebabkan asidosis metabolic anion gap.
Aspirin bertindak sebagai stimultan langsung ke batang otak,
menyebabkan hiperventilasi. Pasien overdosis aspirin hampir selalu mengalami
hiperventilasi. Selain itu, aspirin bersifat toksik bagi paru-paru yang menyebabkan acute respiratory distress
syndrome (ARDS).
Temuan lain pada kasus overdosis aspirin adalah sebagai berikut:
Gejala klinis:
Evaluasi:
Pemeriksaan kadar aspirin dalam darah (bila memungkinkan), pemeriksaan basic metabolic panel (BMP) untuk
anion gap, darah lengkap, koagulasi awal, analisa gas darah, chest X-ray, dan EKG. Lakukan pemeriksaan
kadar aspirin dalam darah setiap 4 jam untuk meyakinkan kadar tidak meningkat
akibat terbentuknya formasi bezoar atau metabolisme tertunda dari bentuk
sediaan salut enterik. Selain pemeriksaan feri klorida (sensitif namun tidak
spesifik), dianjurkan melakukan pemeriksaan kuantitatif serum.
Tambahkan 2-4 tetes feri klorida 10% kedalam 2 ml urin. Urin yang berwarna
ungu kebiruan menandakan positif (+) aspirin; sedangkan aseton dan asam
fenilpiruvat menyebabkan positif (+) palsu pada pasien DM, ketoasidosis
alkoholik. Pemeriksaan feri klorida memberikan hasil positif (+) bila pasien
menelan aspirin setara 2 tablet aspirin dalam waktu 24 jam; dan butuh waktu 2
jam dari waktu tertelan agar aspirin benar-benar hilang dalam darah.
Pemeriksaan diagnostik:
Tatalaksana:
Terapi utama adalah alkalinisasi urin untuk meningkatkan ekskresi obat. Pemberian arang aktif untuk menghambat absorpsi. Tindakan dialisis bila kasus berat.
Potensi keracunan setiap jumlah aspirin yang tertelan
|
Jumlah
yang ditelan |
Efek |
Potensi
keracunan |
|
<150 mg/kgBB |
Tidak ada |
Ringan |
|
150-300 mg/kgBB |
Ringan |
Sedang |
|
301-500 mg/kgBB |
Serius |
Serius |
|
>500 mg/kgBB |
Potensial |
Mematikan (lethal) |
Catatan:
Salisilat melepaskan fosforilasi
oksidatif, menyebabkan asidosis metabolik dan alkalosis respiratorik (mediasi
sentral). Metil salisilat juga ditemukan pada BenGay, Icy Hot muscle balm, minyak penyedap makanan wintergreen, yang
dapat menghasilkan racun salisilat dalam jumlah yang sangat kecil (1 sendok teh
minyak wintergreen mengandung 7 g salisilat).
Sumber :
Comments
Post a Comment